Menjadi Vector Contributor / Artist di Situs Micro Stock

Setiap orang saya rasa punya keinginan untuk memiliki passive income. Atau paling tidak menginginkan hobinya tidak hanya menyenangkan dirinya sendiri, kalau bisa juga menghasilkan uang. Bagi yang hobi menggambar tentu sudah senang jika gambar-nya jadi. Tapi tentu saja ada keinginan agar gambar tersebut laku dijual, atau paling tidak dapat like di medsos lah, saya contohnya 🙂

Bagaimana dengan anda ? Punya keinginan untuk menjual karya tidak ?

Di internet banyak artikel yang menulis bagaimana menjual gambar secara online. Salah satunya artikel ini.

Artikel diatas membahas tip dan trick menjual gambar vector, kebetulan saya bisanya juga hanya buat gambar vector, menggunakan aplikasi inkscape. Saya sebenarnya sudah lama tahu tentang artikel ini, dan sudah lama juga ingin mengupload karya gambar vector saya ke salah satu situs yang ditulis di artikel itu. Tapi ada satu syarat yang saya rasa sangat berat, yang membuat saya tidak jadi-jadi upload gambar saya ke situs yang disebut di artikel itu. Yaitu bagian ini 10 good vector artworks of your own.

Di artikel tersebut disertakan juga contoh gambar vector yang bagus itu seperti apa. Bagi saya contoh gambar ini terlalu bagus, level menggambar saya tidak mungkin menyamai itu. Apa lagi harus menyiapkan 10 gambar yang sama bagusnya. Maklum background saya adalah programmer, pengalaman menggambar saya hanya sebatas membuat asset game, yang saya buat sendiri dan dimainkan sendiri. Sempat diupload ke play store sih, tapi tidak ada yang download 🙁

Dan ternyata banyak artikel di internet yang isinya kurang lebih seperti itu, dimana jika ingin menjadi contributor atau artis disuatu website jual beli gambar (istilah umumnya situs microstock) kita harus upload 10-15 gambar terbaik untuk direview, apakah kita layak atau tidak. Dan jika percobaan pertama ditolak maka harus menunggu beberapa hari untuk melakukan percobaan kedua. Lalu apakah benar-benar sesulit itu ?

Kenyataanya tidak. Bahkan bisa saya katakan cukup mudah, agar kita bisa diterima sebagai contributor atau artis di suatu situs microstock. Saya tidak bermaksud menyalahkan artikel diatas atau artikel lainnya. Mungkin saja dulu sesulit itu, tapi semakin ke sini syarat-syaratnya diturunkan. Mudah-mudahan seperti itu.

Beberapa hari yang lalu saya berusaha daftar sebagai artis di beberapa situs microstock yaitu Vector Stock, Shutter Stock dan 123rf. Dan kebetulan saya diterima sebagai artis di ketiga situs tersebut. Saya tidak jadi daftar di IStockPhoto karena diharuskan download aplikasi contributor dari Google Play Store.

Saya hanya menyiapkan 2 gambar sederhana yaitu ilustrasi gitar dan vespa seperti yang terlihat di feature image blog ini diatas. Yah namanya juga test, saya tidak takut ditolak jika gambar saya dianggap tidak berkualitas atau jumlahnya kurang banyak dan menunggu beberapa hari lagi agar bisa upload lagi.

Berikut ini adalah catatan saya mengenai proses menjadi contributor / artis di ketiga situs diatas, diurutkan mulai dari yang paling mudah ke yang paling ribet.

Shutter Stock

Shutter Stock menjadi situs yang paling mudah. Untuk menjadi contributor / artis. Setelah daftar, isi email password dll, cukup siapkan file .eps kemudian upload, tidak perlu file .jpg. Isi judul, description dan keyword tiap gambar. Simpan dan gambar kita siap direview oleh mereka.

Proses review-nya sendiri cukup cepat. Tidak sampai 24 jam saya sudah dapat email bahwa saya diterima sebagai contributor atau artis. Gambar yang diterima (kebetulan kedua gambar yang saya upload diterima semua) langsung masuk ke menu portfolio. Walaupun perlu menungu beberapa hari (sepertinya sehari lebih sedikit, agak lupa) agar kita bisa mendapatkan link ke gambar tersebut, misal jika kita ingin share ke medsos.

User interface websitenya pun juga cukup user friendly. Misal sudah adanya fitur dropdown keyword, sehingga kita bisa memilih keyword-keyword yang sudah ada. Menu-menunya pun juga cukup jelas. Begitu kita diterima sebagai contributor / artis kita sudah bisa akses dashboard untuk melihat jumlah download, pembayaran, portfolio dll.

123rf

Tempat kedua ada 123rf. Untuk menjadi contributor / artis di situs ini kita perlu menyiapkan 2 file, yaitu file dengan format JPEG dan file .eps dengan nama yang sama. Tapi sayangnya proses pengecekan 2 jenis file ini cukup lama. Bisa beberapa jam. Saya sudah upload file misal scooter.jpeg dan scooter.eps di website mereka. Setelah menunggu beberapa lama muncul error “JPG file missing”. Lah seingat saya sudah diupload tapi kok tidak ada ? Apa karena ektensinya JPEG ? Bukannya JPEG dan JPG sama ?

Akhirnya saya upload lewat ftp saja, langsung 3 file sekaligus scooter.jpeg, scooter.jpg dan scooter.eps. Akhirnya tidak muncul error. Setelah gambar dicek, yang prosesnya lama, lanjut ke halaman selanjutnya yaitu pengisian judul, deskripsi dan keyword tiap gambar. Sepertinya di 123rf file rasternya harus berektensi .jpg bukan .jpeg.

Update : sebaiknya file raster yang diupload di 123rf berekstensi .jpg, sudah saya coba lagi upload lewat website mereka dengan file .jpg tidak ada error “JPG file missing” lagi dan langsung diterima.

Setelah itu gambar siap direview. Proses reviewnya juga cepat, bahkan lebih cepat dari Shutter Stock. Saya mendapat email notifikasi diterima sebagai contributor / artis beberapa jam lebih cepat dari Shutter Stock. Padahal upload gambarnya selesai duluan Shutter Stock.

User interface situs ini kurang user friendly. Misal tidak adanya fitur dropdown keyword. Kebetulan saat itu saya tidak tahu mau pakai keyword apa untuk gambar saya. Di shutter stock untuk mengisi keyword kita cukup mengetik “motor” maka akan muncul keyword yang mungkin sudah digunakan orang lain, kita tinggal pilih saja.

Saya sempat ragu, saya sudah diterima sebagai contributor atau belum. Karena setelah sekian jam saya cari saya tidak menemukan halaman dashboard untuk contributor / artis, untuk melihat jumlah download atau pendapatan. Sebelum akhirnya saya sadar untuk masuk halaman contributor harus klik tombol contributor di footer website ini. Saya heran kenapa menunya ditaruh disitu, kenapa tidak ditaruh diatas saja seperti di Shutter Stock yang terletak diatas.

Sampai sekarangpun saya masih belum menemukan bagaimana mendapatkan link dari portfolio saya, semisal ingin saya bagikan ke medsos. Jika di Shutter Stock tinggal klik kanan di atas gambar.

Vector Stock

Kesan saya untuk situs ini adalah : ribet dan nge-bug.

Berbeda dengan 2 situs diatas dimana kita bisa langsung upload file .eps, untuk menjadi contributor di situs ini, kita harus upload satu karya berbentuk file JPG terlebih dahulu untuk direview. Jika karya kita dianggap layak oleh mereka, kita langsung menjadi contributor dan bisa request username kemudian upload file eps.

Masalahnya fitur upload mereka sepertinya agak ngebug. Misalnya saat saya upload file JPG pertama untuk direview, saat saya klik tombol Start Upload sepertinya browser saya hanya direfresh saja, tidak ada file yang diupload ke server. Jadinya ya berapa kalipun saya upload ya tetap di halaman itu-itu saja, dan tidak ada pesan apapun.

Saya sebenarnya daftar Vector Stock dulu, tapi karena bug upload seperti diatas, saya coba daftar di 123rf dan Shutter Stock dulu. Setelah saya selesai daftar dan upload file eps di 123rf dan Shutter Stock, baru kembali ke Vector Stock, anehnya setelah saya refresh browser dan coba upload lagi, tiba-tiba bisa. Sepertinya kita perlu tunggu beberapa jam setelah daftar baru bisa upload gambar.

Karena hanya bisa upload satu gambar, saya memilih gambar gitar untuk direview. Proses review-nya juga cepat, diantara 123rf dan Shutter Stock.

Upload file .eps-nya pun juga ribet. Kita perlu upload file JPG dan file .eps yang sudah di zip. Soal file zip ini saya masih belum tahu, apakah ditaruh folder kemudian di zip atau file-nya langsung di zip tanpa ditaruh di folder. Saya sendiri memilih ditaruh di folder kemudian di zip.

Sama seperti saat upload file JPG yang pertama untuk direview, fitur upload file .eps-nya juga ngebug. Saya sudah upload file JPG dan zip, isi judul, deskripsi dan keyword gambar kemudian klik tombol Upload / Save, bukannya ada pesan error atau pemberitahuan bahwa upload berhasil tapi malah diredirect ke halaman Pending Review dengan pesan tidak ada gambar yang Pending Review. Saya kan jadi ragu gambar saya sudah diterima atau belum, akhirnya saya ulangi lagi, upload gambar, isi judul dll dan klik tombol Upload / Save lagi. Dan ternyata masih sama, setelah saya coba beberapa kali dan masih belum berhasil, akhirnya saya tinggalkan. Kebetulan saat itu siangnya saya mau pulang kampung.

Setelah kurang lebih 2 hari, setelah dari desa, saya cek lagi Vector Stock, ternyata disana gambar saya sudah muncul, di halaman Pending sebanyak 3 buah, dan satu gambar double. Akhirnya saya hapus 1 gambar yang double tersebut, pesannya sih berhasil, gambarnya sudah tidak tampil, tapi masih tertulis 3, padahal gambarnya hanya ada dua. Saya refresh beberapa kali, masih tidak mempan. Ya sudah. Toh proses reviewnya masih belum selesai, saya tunggu saja.

Update : butuh waktu 5 hari agar file saya selesai di review dan diapprove di Vector Stock.

Demikian pengalaman saya upload gambar di situs micro stock. Barangkali bermanfaat bagi anda. Ini adalah pengalaman pribadi, orang lain mungkin memiliki pengalaman yang berbeda. Selanjutnya saya akan buat art ya berupa garis-garis hitam putih seperti kedua gambar diatas, sambil tes karya seperti ini laku gak sih ?

Kunjungi portfolio saya di Shutter Stock

Update : baca bagaimana saya menyiapkan file untuk diupload di situs microstock

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *